KTM Rayakan Pesta Perak

Pekan lalu suasana lebih meriah terasa menyelimuti Lembah Karmel, Cikanyere, Jawa Barat. Januari ini Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) merayakan ulang tahunnya yang ke-25. Perayaan Pesta Perak tersebut dihadiri oleh lebih dari 1.000 anggota KTM dari berbagai pelosok tanah air, dan bahkan dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Filipina, Belanda, dan Australia. Selain itu, hadir pula Uskup Banjarmasin, Mgr. Dr. Petrus Boddeng Timang.

Menurut anggota Tim Gembala KTM, Giovanny Karamoy, KTM terlahir pada masa yang sulit, ketika banyak hal bertentangan dengan iman Katolik. Perhatian banyak orang tersedot pada “kebutuhan-kebutuhan duniawi”, sehingga sulit memberi waktu pada kegiatan-kegiatan rohani. Bersyukur meski di tengah situasi seperti ini KTM tetap mampu eksis hingga usianya yang ke-25.

KTM didirikan oleh Rm. Yohanes Indrakusuma O.Carm., sebagai komunitas awam yang menghayati spiritualitas karmelit dan karismatik di tengah hiruk pikuk dunia saat ini. Komunitas ini terlahir dalam suatu retret yang diadakan pada 9-11 Januari 1987 di Ngadireso, Malang. Terinspirasi dari komunitas Kristiani pertama (Kis 2:41-47), komunitas ini pun berusaha menghayati hidup Kristiani yang sejati berdasarkan misteri agung cinta Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus.

Melalui komunitas ini diharapkan para anggotanya dapat tumbuh dan terus berkembang dalam hidup baru dalam Roh di tengah zaman yang terus berubah dan penuh tantangan. Hidup dan karya KTM pun dijiwai oleh spiritualitas Pembaharuan Hidup dalam Roh (karismatik) sehingga selalu berupaya untuk mengandalkan bimbingan dan kuasa Roh Kudus. Dan karena terlahir dan dibesarkan dalam iklim Karmel, maka KTM juga menghayati spiritualitas Karmelit dengan hidup keheningan dan kontemplasi-nya. Kedua spiritualitas itulah yang menjadi satu kesatuan dan memperkaya kehidupan KTM.**


No Comments so far.

Leave a Reply