Indahnya Bersyukur
Seorang Romo menceritakan kisah ini. Alkisah ada sepasang suami istri. Sampai usia 80 tahun, pasangan ini hidup makmur, harta mereka berlimpah dan mereka hidup bahagia. Tapi selama 5 tahun terakhir, sang suami sakit. Biaya yang diperlukan untuk mengobati sakitnya sangat besar, sehingga harta milik mereka lama-lama tergerogoti. Kemalangan rupanya belum berakhir karena satu-satunya anak yang dimiliki pasangan ini juga meninggal dunia.
Dalam keadaan sedih, sang istri memohon agar suaminya berdoa memohon kepada Allah yang selama ini telah begitu bermurah hati kepada mereka, untuk memulihkan segala yang baik yang pernah mereka rasakan. Sang suami termenung. Dengan penuh kasih ia menatap istrinya dan mengatakan, “Istriku, berapa lama kita sudah mengalami kemakmuran dan kelimpahan?” “Sampai usiamu yang ke-80, suamiku,” jawab istrinya. “Itu artinya, selama 80 tahun aku telah menikmati segala yang baik, dan kalau selama 5 tahun terakhir ini aku mengalami segala hal yang buruk dalam hidupku, itu belumlah seberapa dibanding masa-masa menyenangkan yang telah kulewati. Aku malu kalau harus mengeluh kepada Tuhan,” kata sang suami seraya menggenggam tangan istrinya. Sang istri mengusap air mata, memandang suaminya, dan mengatakan, “Kamu benar, suamiku. Kita tidak seharusnya mengeluh. Justru seharusnya kita bersyukur, karena dalam semua kesedihan ini, kita jadi begitu dekat dengan Tuhan.”
Bersyukur. Itulah yang harus selalu kita lakukan. Bukan hanya dalam keadaan senang, tetapi juga dalam keadaan susah. Sama seperti Tuhan kita yang menderita dan disebut “The Man of Sorrow”. Begitulah sebagai pengikutnya kita juga harus siap menderita. Apapun bentuk penderitaan yang kita alami: Sakit yang tak kunjung sembuh, hutang yang tak kunjung lunas, karier yang mentok, fitnah yang tak terduga ternyata harus diterima – semua itu tidak sepatutnya membuat kita menjauh dari Tuhan, atau bahkan menghujat-Nya. Sebaliknya… itulah cara Dia untuk menarik kita lebih dekat kepada-Nya. Pandanglah wajah-Nya yang penuh cinta. Percayalah, dalam keadaan apapun, Ia tetap mengasihi kita dan tidak akan pernah membiarkan kita melalui segalanya sendirian.
Tuhan memberkati.
