Berani Bisnis Pertanian Mandiri
Saturday, May 8th, 2010Berikut ini kami tampilkan kisah sukses seorang peserta Kursus Pertanian Taman Tani. KPTT adalah sebuah tempat pembinaan enterpreneurship pertanian binaan Romo Y Wartaya SJ
Setelah lulus SMK Pertanian Xaverius Belitang Palembang tahun 2003, saya ditawari untuk melanjutkan kursus ke KPTT oleh Br. Agustinus Sakiman, FIC. Saya dibantu bea siswa setengah dari biaya kursus. Sedang sisanya saya ikut program ikatan dinas di KPTT selama setengah tahun.
Selama kursus saya ditempa dalam segala hal baik kehidupan pribadi maupun sesama peserta kursus yang kebetulan berasal dari seluruh Indonesia. Selama kursus juga diajarkan semua hal yang berhubungan dengan pertanian selama 1 tahun. Setelah selesai kursus, saya mengikuti progam ikatan dinas selama setengah tahun. Saya diberi tugas untuk mengelola pertanian organik. Pada waktu itu progam ini dipelopori oleh Rm Y. Wartaya, SJ, selaku direktur KPTT.
Selepas ikatan dinas, saya berkerja di Hortimat Garden Center Yogyakarta yang bergerak di bidang tanaman hias, buah-buahan, dan rental tanaman hias. Hortimat ini dipimpin oleh Ir.retnowati iskandar. Saya bekerja selama 3 tahun. Setelah itu, saya saya pulang kampung ke Jambi. Kemudian saya mendirikan usaha kios pertanian beserta demplotnya agar para petani bisa belajar bagaimana cara budidaya tanaman sembari membeli kebutuhan pertanian. Kebetulan nama kios pertanian itu saya beri nama TAMAN TANI.
Saya juga mengembangkan pengunaan pupuk organik. Kebetulan pihak dinas pertanian merespon usulan mesin kompos dan pada Desember 2009 terealisasi empat unit mesin kompos, mesin pencacah, mesin penepung, mesin pengayak, mesin pembuat granul. Saat ini produksi kompos per bulan baru mencapai 20 ton.
Saya juga mulai bisnis penentasan telur itik dengan kapasitas mesin tetas 1000 butir. Harapan saya adalah bahwa apa yang didapat di KPTT bisa saya kembangkan di daerah Jambi.
Tulisan sdr Stevanus Agus Dwiyanto
Note: Stevanus Agus Dwiyanto adalah alumni Kursus Pertanian Taman Tani angkatan 75, lulus tahun 2004. Dia berasal dari desa Rantau Makmur kecamatan Berbak, kab Tanjab Timur Jambi.
Artikel sebelumnya: PHK bukan akhir segalanya
