In Memoriam: Romo Henk Loogman, MSC
Sunday, March 14th, 2010Berikut ini kesaksian hidup dari sahabat karib sejak kecil:
Berita meninggalnya Romo Henk Loogman, MSC saya terima saat sedang memberikan program di Port Moresby, PNG, bersama tim Cor Novum. Terakhir kali bertemu dengan Henk, tepatnya satu tahun lalu di rumah biara MSC Purworejo, saya terkejut. Teman sekelas saya yang satu tahun sebelumnya masih ramai berceritera dan suka melucu telah berubah menjadi orang yang sangat tenang dengan senyum yang seakan-akan mau berkata, “Semua sudah selesai.” Waktu itu, saya berpisah dengan perasaan dalam hati bahwa kami berdua tidak akan bertemu lagi.
Kalian yang mengenal beliau hanya ketika sudah berumur lebih lanjut, sulit untuk bisa membayangkan betapa lincahnya Henk, juga secara fisik, ketika masih di Seminari Menengah MSC Driehuis dan kemudian di Skolastikat MSC Brummen dan Stein di Belanda. Biasanya Henk memimpin kami, teman-temannya, waktu senam pagi. Dia satu-satunya di antara kami yang mampu meletakkan kakinya di atas punggung, di belakang kepalanya! Karena begitu lincah melompat-lompat, ia juga seorang penjaga gawang sepak bola yang handal! Saya kenal Henk sebagai orang yang antusias dan gembira. Dia seorang teman yang dapat diandalkan, suka tertawa, dan sangat praktis dalam banyak hal.
Henk sudah berangkat ke Indonesia beberapa tahun sebelum saya. Ketika pada tahun 1968 kami bertemu di Pekalongan, Jawa Tengah, Henk baru saja menemukan bakatnya di bidang penyembuhan cara magnetisme. Ia sendiri masih sedang belajar bagaimana mengolah dan menerapkan kekuatan batin yang luar biasa itu. Pada waktu itu, teman-teman misionaris dari Belanda tidak semua setuju ketika Henk mulai mempraktikkan karunia diagnosa dan penyembuhan untuk membantu orang-orang sakit. Perlawanan dari konfrater-konfrater membuat hatinya sedih dan kadang-kadang ia sendiri ragu-ragu, sudah tepatkah jalan yang ditempuhnya, yaitu menggabungkan praktek pengobatan dengan karya pastoral sebagai pastor paroki. Ia sendiri pernah mengakui, andaikata sebelumnya ia tahu apa yang akan dialami, ia mungkin tidak pernah memulai praktek pengobatan alternatif itu. Baru beberapa tahun kemudian, sesudah ternyata begitu banyak orang terbantu oleh daya pengobatannya, penerimaan dan penghargaan menjadi cukup umum dalam kalangan umat dan para konfrater. Tetapi Henk sendiri sadar, hal memakai tenaga batin itu untuk menyembuhkan orang lain menuntut amat banyak dari kondisi fisiknya, dan bahwa ia tidak akan berumur panjang.
Henk selalu siap membantu baik para konfrater maupun kaum miskin. Ketika saya rektor di Seminari Pineleng, dan terasa adanya kebutuhan untuk memperluas dan merenovasi kapel Seminari dengan sekaligus menambah suatu aula besar di antara kapel dan refter, saya menghubungi Henk. Henk langsung memperkenalkan proyek seminari itu kepada teman-temannya, antara lain di Bogor. Di bawah koordinasi Henk, dalam waktu singkat dengan murah hati mereka mengumpulkan dana untuk Seminari Pineleng. Di antara mereka ada seorang bapak arsitek dari Malang yang oleh Henk diperkenalkan kepada kami, dan yang secara spontan menyumbang seluruh jalan salib dari kayu yang berukiran indah di Kapel Seminari.
Sangat mengesankan juga bagi saya ketika pada malam pembukaan Pusat Pengobatan dan Rumah Biara MSC di Purworejo, saya bertemu dengan para tamu. Saat makan bersama-sama, hadirlah di antara para tamu banyak tukang becak dan pedagang kaki lima. Mereka diundang oleh Henk karena kenal baik dengan beliau yang sering membantu anak-anak mereka dengan memberi uang sekolah.
Karena sifatnya spontan, jujur dan terbuka, Henk bisa bergaul dengan mudah dengan segala lapisan masyarakat. Dalam Bahasa Belanda, kami menyebutnya, “een man met zijn hart op de juiste plaats”. Artinya, orang yang mempunyai hati pada tempat yang tepat. Sungguh seorang teman dan konfrater yang telah menjadi Misionaris Hati Kudus Yesus dengan segenap hati! “TUHAN telah memberi, TUHAN telah mengambil. Terpujilah nama TUHAN!”
- Oleh. Hans Kwakman MSC, Port Moresby 9 Maret 2010
Hans Kwakman, MSC
Centre International “COR NOVUM” 38
Place du Sacre Coeur -B.P. 154 F-36105
ISSOUDUN CEDEX
FRANCE
Sumber berita: http://www.misacorindo.org
